
KISARAN-Universitas Asahan (UNA) mencatat tonggak sejarah baru dengan pengukuhan Prof. Dr. Sri Rahayu, S.Pd., M.Pd., sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan, dengan kepakaran khusus di Media Pembelajaran Bahasa Inggris. Lebih istimewa lagi, momen bersejarah ini bertepatan dengan perayaan ulang tahunnya yang ke-44 pada 22 Februari 2026, menjadikannya kado terindah dan inspirasi bagi generasi muda.
Surat Keputusan dan Prosesi Pengukuhan
Pengangkatan Prof. Sri Rahayu sebagai Guru Besar tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 2001/M/KPT.KP/2026. SK tersebut diserahkan langsung oleh Kepala LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara, Prof. Drs. Saiful Anwar Matondang, M.A., Ph.D, yang didampingi oleh Rektor Universitas Asahan (UNA), Assoc. Prof. Dr. Mangaraja Manurung, S.H., M.H, Ketua Pengurus Yayasan UNA Drs. Mapilindo, M.Pd dan Ketua LPPM UNA Dra. Hamidah Sidabalok, M.Hum.
Apresiasi dari LLDIKTI Wilayah I
Prof. Saiful Anwar Matondang menyampaikan apresiasi tinggi atas pencapaian Prof. Sri Rahayu, menekankan bahwa ini adalah kebanggaan bagi seluruh perguruan tinggi swasta di Sumatera Utara. “Prof. Sri Rahayu telah membuktikan bahwa dosen di PTS juga mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional melalui riset yang berkualitas dan konsisten,” ujarnya.
Harapan dari Rektor UNA
Rektor UNA, Assoc. Prof. Dr. Mangaraja Manurung, menambahkan bahwa pengukuhan ini menjadi tonggak penting yang akan memotivasi civitas akademika untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas tridharma perguruan tinggi. Ia berharap, Prof. Sri Rahayu dapat menjadi mentor sekaligus role model bagi dosen-dosen muda di lingkungan UNA.
Dukungan Yayasan UNA
Ketua Pengurus Yayasan UNA, Drs. Mapilindo, M.Pd, juga menyampaikan selamat dan menekankan bahwa Prof. Sri Rahayu adalah Guru Besar pertama di Universitas Asahan. “Semoga capaian ini membawa berkah bagi kemajuan institusi dan masyarakat luas,” tuturnya.
Dedikasi dan Perjalanan Panjang
Prof. Sri Rahayu mengungkapkan rasa syukur dan menyatakan bahwa gelar Guru Besar ini adalah amanah besar. “Ini adalah buah dari dedikasi bertahun-tahun, dukungan keluarga, dan kolaborasi dengan rekan sejawat. Jabatan Profesor adalah platform untuk memberikan kontribusi yang lebih nyata bagi dunia pendidikan,” ujarnya.
Fokus pada Teknologi Pembelajaran
Dengan latar belakang Teknologi Pendidikan, Prof. Sri Rahayu telah mendedikasikan seluruh publikasi dan karya ilmiahnya pada pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, strategi pembelajaran inovatif, serta penggunaan ICT untuk meningkatkan kualitas belajar-mengajar.
Konsistensi dan Jejaring Nasional
Dalam tiga tahun terakhir, Prof. Sri Rahayu aktif menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi dan membangun jejaring akademik dengan berbagai universitas terkemuka di Indonesia. Ia juga berhasil mempublikasikan karya ilmiah di jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus dan Web of Science (Q1 dan Q2).
Visi ke Depan: Hilirisasi Riset dan Ekosistem Inklusif
Sebagai Guru Besar pertama di bidangnya di UNA, Prof. Sri Rahayu memiliki visi untuk memperkuat peta jalan penelitian di bidang Pendidikan, khususnya Teknologi dalam Pembelajaran. Ia ingin memastikan bahwa riset tidak hanya berhenti pada publikasi, tetapi juga menghasilkan kebijakan, model pembelajaran, atau produk yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Pesan untuk Dosen Muda
Prof. Sri Rahayu memberikan tiga pesan penting bagi para dosen muda:
Legacy Building
Prof. Sri Rahayu menekankan bahwa menjadi Guru Besar adalah tentang membangun warisan (legacy building), menciptakan lingkungan kampus yang kritis dan terbuka, serta menjunjung tinggi etika akademik.
Pengukuhan Prof. Dr. Sri Rahayu bukan hanya mencetak sejarah bagi Universitas Asahan, tetapi juga meneguhkan arah masa depan akademik yang lebih progresif, inovatif, dan berdampak bagi bangsa. Selamat, Prof. Sri Rahayu
Bagikan ke media sosial Anda!
PENGUMUMAN TERBARU

Kalender Akademik Semester Ganjil TA. 2022-2023

Jadwal Perkuliahan Semester Ganjil TA. 2022-2023
KEGIATAN TERBARU