Universitas Asahan Gelar Yudisium dan Sumpah Profesi Guru Profesional, Cetak 1.300 Pendidik Berkompeten

KISARAN-Universitas Asahan melalui Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) sukses menggelar Yudisium dan Sumpah Profesi Guru Profesional pada Kamis (13/2) di Gedung Zulfirman Universitas Asahan.

Acara ini menjadi momentum penting bagi 1.300 peserta yang terdiri dari mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan dan PPG Guru Tertentu. Prosesi ini dilaksanakan secara daring dan luring, mengingat tingginya jumlah peserta serta untuk memastikan kelancaran acara.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pejabat akademik dan pemerintahan, termasuk Ketua Yayasan Universitas Asahan, Rektor Universitas Asahan, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Asahan, serta perwakilan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Asahan menekankan pentingnya profesionalisme dan kompetensi dalam dunia pendidikan yang terus berkembang.

“Sebagai pendidik profesional, guru harus siap menghadapi tantangan zaman dengan terus meningkatkan kompetensi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dalam pembelajaran. Pendidikan abad ke-21 menuntut inovasi dan dedikasi yang lebih tinggi dari para tenaga pengajar,” ujar Rektor Universitas Asahan dalam pidatonya.

Prosesi yudisium berlangsung dengan penuh khidmat. Acara diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Yudisium oleh Dekan FKIP Universitas Asahan yang menegaskan kelulusan para mahasiswa PPG. Setelah itu, peserta secara resmi dikukuhkan sebagai lulusan program PPG Universitas Asahan.

Selanjutnya, dilakukan pengambilan sumpah profesi sebagai guru profesional. Dalam momen sakral ini, para lulusan mengucapkan sumpah untuk menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab, berintegritas, dan mengedepankan prinsip profesionalisme dalam mencerdaskan generasi bangsa. Pengambilan sumpah ini menandai kesiapan mereka untuk terjun ke dunia pendidikan sebagai tenaga pengajar yang kompeten dan berdedikasi.

Bagi para peserta, yudisium ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga menjadi bukti perjuangan panjang mereka dalam menyelesaikan program PPG. Salah satu peserta, yang merupakan lulusan PPG Prajabatan, menyampaikan rasa bangga dan harunya setelah menyelesaikan pendidikan profesi ini.

“Ini adalah momen yang sangat berharga bagi kami. Setelah melalui berbagai proses pembelajaran, praktik mengajar, dan evaluasi yang ketat, akhirnya kami bisa menyandang status sebagai guru profesional. Kami siap mengabdikan diri sebagai pendidik yang berdedikasi dan berkompeten untuk memajukan pendidikan di Indonesia,” ungkap salah satu peserta lulusan.

Dengan terselenggaranya yudisium dan sumpah profesi ini, Universitas Asahan berharap para lulusan PPG dapat menjadi guru profesional yang tidak hanya memiliki kompetensi pedagogik yang kuat tetapi juga mampu menghadirkan inovasi dalam dunia pendidikan.

Bahwa pendidikan guru saat ini menuntut lebih dari sekadar kemampuan mengajar. Guru harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, memahami karakteristik peserta didik, serta menghadirkan metode pembelajaran yang menarik dan efektif.

Dengan komitmen yang tinggi dari para lulusan, Universitas Asahan optimis bahwa mereka akan menjadi pendidik yang mampu membawa perubahan positif di dunia pendidikan, mencetak generasi penerus yang unggul, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Bagikan ke media sosial Anda!