
KISARAN–Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh sivitas akademika Universitas Asahan (UNA). Dr. Khairun Nisa, S.Pd., M.Pd, dosen Program Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), sukses meraih pendanaan prestisius untuk Program Penelitian Multitahun Lanjutan Tahun Anggaran 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) Republik Indonesia.
Kabar membanggakan ini dipastikan melalui Surat Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Nomor 195/DST/C3/DT.05.00/2026 yang diterbitkan pada 6 Maret 2026. Pendanaan ini merupakan bentuk apresiasi dan kepercayaan tertinggi pemerintah terhadap proposal riset yang tidak hanya visioner, tetapi juga telah melalui proses evaluasi ketat dan dinyatakan layak untuk dilanjutkan berdasarkan capaian penelitian di tahun sebelumnya.
Riset Responsif Budaya Raih Pengakuan Nasional
Judul penelitian yang diusung Dr. Khairun Nisa pun sangat relevan dengan tantangan pendidikan masa kini, yakni “Optimalisasi Pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) Terintegrasi TPACK untuk Meningkatkan Kompetensi Komunikasi Interkultural Siswa Multikultural.“
Penelitian ini menawarkan solusi inovatif di tengah tingginya keragaman budaya di ruang-ruang kelas Indonesia. Dengan memadukan pendekatan pengajaran yang responsif terhadap budaya (CRT) dan kerangka Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK), riset ini bertujuan untuk membangun jembatan komunikasi antar siswa dari latar belakang berbeda, sekaligus mempersiapkan generasi muda yang kompeten secara global.
“Kami sangat bersyukur dan bangga atas kepercayaan yang diberikan oleh Kemendikti Saintek. Pendanaan ini bukan hanya tentang keberlanjutan riset, tetapi juga tentang komitmen kami untuk berkontribusi nyata dalam menciptakan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. Di era globalisasi, kemampuan berkomunikasi secara interkultural adalah kunci, dan kami ingin memastikan para guru Indonesia siap mengemban misi tersebut,” ujar Dr. Khairun Nisa.
Sinergi Pimpinan: Dari Yayasan, Rektorat, Hingga Fakultas
Keberhasilan ini menuai apresiasi hangat yang mengalir dari seluruh lapisan pimpinan universitas, dimulai dari unsur yayasan sebagai penyelenggara, hingga jajaran rektorat dan fakultas.
Assoc. Prof. Dr. Bambang Gulyanto, S.H., M.Pd, Dekan FKIP UNA, menyampaikan bahwa prestasi ini adalah buah dari iklim akademik yang sehat di lingkungan fakultasnya.
“Ini adalah kado manis bagi FKIP UNA sekaligus bukti bahwa dosen kita mampu bersaing di level nasional. Judul penelitian Ibu Khairun Nisa sangat relevan dengan kebutuhan Indonesia yang multikultural. Kami berharap hasil riset ini bisa diadopsi secara luas untuk meningkatkan kompetensi para pendidik dalam menghadapi keberagaman di ruang kelas,” ujarnya.
Sementara itu, Assoc. Prof. Dr. Mangaraja Manurung, S.H., M.H, Rektor Universitas Asahan, menegaskan bahwa capaian ini merupakan momentum penting dalam sejarah perjalanan riset di UNA. Ia menyebutnya sebagai bukti nyata bahwa UNA terus berbenah dan mampu melahirkan riset-riset yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga berdampak luas.
“Saya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Ibu Dr. Khairun Nisa. Ini adalah momentum kebangkitan riset di kampus kita. Saya berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh dosen untuk terus berkarya dan berinovasi. Pimpinan universitas berkomitmen penuh untuk mendukung setiap langkah menuju riset yang berkualitas dan berdaya saing tinggi,” tegas Rektor Mangaraja Manurung.
Ketua Yayasan: “Ini Kebanggaan dan Amunisi Moral bagi UNA”
Puncak apresiasi dan dukungan moral datang dari Ketua Pengurus Yayasan UNA, Drs. Mapilindo, M.Pd. Dalam pernyataannya, beliau menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan yang mendalam, sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah kemenangan kolektif seluruh keluarga besar UNA.
“Saya mewakili segenap pengurus yayasan mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ibu Dr. Khairun Nisa. Raihan ini bukan hanya prestasi pribadi, tetapi juga kebanggaan bagi yayasan dan seluruh sivitas akademika Universitas Asahan. Ini membuktikan bahwa bibit-bibit unggul peneliti tumbuh subur di lingkungan kita,” ujar Drs. Mapilindo, M.Pd dengan penuh rasa bangga.
Lebih lanjut, ia menyampaikan pesan agar keberhasilan ini menjadi pemacu semangat bagi dosen lainnya.
“Kami berharap prestasi ini menjadi amunisi moral dan penyemangat bagi rekan-rekan dosen lainnya untuk terus berkarya. Yayasan akan selalu memberikan dukungan penuh bagi pengembangan riset dan inovasi di UNA. Teruslah berkarya, teruslah mengharumkan nama UNA di kancah nasional, bahkan internasional,” imbuhnya.
Bukti Nyata Daya Saing Riset UNA
Keberhasilan Dr. Khairun Nisa dalam mengamankan pendanaan penelitian multitahun ini mencerminkan peningkatan kualitas dan daya saing riset di lingkungan Universitas Asahan. Hal ini menunjukkan bahwa riset yang dilakukan oleh para dosen UNA tidak hanya sejalan dengan isu-isu strategis nasional, tetapi juga diakui kompetitif di tingkat kementerian.
Program penelitian multitahun dari Kemendikti Saintek ini dirancang untuk mendorong lahirnya riset-riset yang lebih mendalam, komprehensif, dan inovatif. Hasilnya pun diharapkan tidak hanya berhenti sebagai publikasi ilmiah, tetapi mampu memberikan dampak signifikan bagi pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta pemecahan berbagai permasalahan strategis di tengah masyarakat.
Dengan dukungan penuh dari yayasan, rektorat, dan fakultas, capaian ini menjadi bukti nyata bahwa Universitas Asahan terus bergerak maju sebagai institusi yang kokoh dalam melahirkan riset-riset unggulan yang mengharumkan nama Sumatera Utara di kancah nasional.
Bagikan ke media sosial Anda!
PENGUMUMAN TERBARU

Kalender Akademik Semester Ganjil TA. 2022-2023

Jadwal Perkuliahan Semester Ganjil TA. 2022-2023
KEGIATAN TERBARU