Universitas Asahan Gelar Buka Puasa Bersama, Wujudkan Kampus Beriman dan Berintegritas

KISARAN-Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan menyelimuti Gelanggang Mahasiswa Kampus Universitas Asahan (UNA) pada Rabu sore (04/03/2026). Civitas akademika UNA menggelar acara buka puasa bersama  dengan mengusung tema yang mendalam, “Kampus Beriman, Berbuka Puasa Bersama dan Membangun Silaturrahmi.”

Acara ini tidak hanya menjadi ajang melepas dahaga setelah seharian berpuasa, tetapi juga menjadi momentum refleksi untuk memperkuat integritas dan kepedulian sosial di lingkungan kampus.

Hadir sebagai penceramah, Ustadz Drs. Nurul Ichsan Sitorus, M.A., yang menyampaikan tausiyah inspiratif, mengajak seluruh hadirin untuk memaknai ibadah puasa lebih dari sekadar ritual personal. Acara ini juga dihadiri oleh Rektor UNA Assoc. Prof. Dr. Mangaraja Manurung, S.H., M.H., jajaran pengurus Yayasan UNA, para wakil rektor, dekan, dosen, staf, serta perwakilan mahasiswa.

Dalam sambutannya, Rektor UNA, Assoc. Prof. Dr. Mangaraja Manurung, S.H., M.H., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terselenggaranya acara yang telah menjadi tradisi tahunan ini. Beliau menekankan bahwa momen di bulan ramadhan yang penuh berkah ini adalah bagian penting dalam kehidupan kampus untuk menjalin dan memperkuat tali silaturahmi.

“Momentum penting ini adalah bagian dari upaya kita bersama, untuk menjalin silaturahmi di antara seluruh sivitas akademika UNA. Tentu selain itu, kegiatan buka bersama ini kita jadikan sebagai dorongan untuk membangun rasa kebersamaan yang lebih baik, meningkatkan solidaritas, dan tentunya untuk melaksanakan perintah Allah SWT,” ujar Rektor di hadapan ratusan hadirin.

Rektor berharap, melalui kebersamaan ini, seluruh keluarga besar UNA dapat terus meningkatkan kualitas diri dan institusi menuju masa depan yang lebih cerah.

Ketua Pengurus Yayasan UNA, Drs. Mapilindo, M.Pd., dalam sambutan singkatnya mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan bulan suci ini sebagai momentum peningkatan kualitas iman dan soliditas internal.

“Dengan kebersihan diri dan batin kita, insyaAllah UNA bisa kita bangun bersama-sama menjadi jauh lebih besar daripada hari ini. Mari jadikan puasa ini sebagai pendidikan takwa,” ungkapnya.

Beliau juga menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin atas nama seluruh pengurus yayasan, seraya mendoakan agar UNA semakin maju, berkembang, dan diminati di wilayah Sumatera Utara.

Puncak acara diisi dengan tausiyah dari Ustadz Drs. Nurul Ichsan Sitorus, M.A., yang berhasil membius hadirin dengan kisah-kisah inspiratif. Mengawali ceramahnya dengan guyuran humor khasnya, Ustadz Nurul yang juga merupakan dosen UNA ini mengingatkan bahwa tantangan dunia pendidikan semakin berat, sehingga perlunya kebersamaan dan kepedulian.

Dengan lugas, ia membawakan dua kisah utama yang menjadi renungan bersama. Pertama, kisah tentang Abu Ibnu Hasim, seorang ahli ibadah yang 20 tahun tidak pernah meninggalkan shalat tahajud, namun namanya tidak tercatat sebagai kekasih Allah.

“Mengapa? Karena ia enak beribadah di rumahnya, tapi tidak peduli dengan orang-orang di sekitarnya,” kutip Ustadz Nurul.

Kedua, dialog Nabi Musa AS dengan Allah SWT tentang amalan yang paling disukai. Jawabannya bukanlah shalat, puasa, atau zikir, melainkan ketika seorang hamba mampu membahagiakan orang lain.

Dari dua cerita ini, kita bisa menangkap makna bahwa ibadah yang paling disukai Allah adalah interaksi sosial kita, ketika kita bisa menjaga hubungan dengan orang lain dan memberikan kebahagiaan kepada mereka,” tegas Ustadz Nurul.

Ia mengapresiasi berbagai program UNA yang tidak hanya berorientasi internal, tetapi juga peduli pada masyarakat sekitar, seperti santunan anak yatim.

“Jangan kita hanya fokus pada ibadah individual. Bulan Ramadhan adalah bulan kepedulian. Siapa yang ingin dipanjangkan umurnya, perbanyaklah sedekah dan kepedulian kepada sesama. Semakin banyak kita berinteraksi dan melayani orang lain, doa-doa merekalah yang akan menyelamatkan kita,” pesannya.

Ketua Pembina Yayasan UNA, Ir. Syarifullah Harahap, M.Si, menambahkan bahwa hikmah dari ibadah puasa sangat relevan dengan pengembangan organisasi dan sumber daya manusia.

“Hikmah puasa itu ada empat: integritas, disiplin, etos kerja, dan yang keempat adalah rahmah (kasih sayang). Jika ini membekas dalam diri kita, maka akan lebih mudah bagi kita semua untuk bersama-sama memajukan UNA menjadi yang terbaik dan unggul di masa datang,” ujarnya.

Acara buka puasa bersama di UNA ini pun ditutup dengan santap hidangan berbuka dan shalat Maghrib berjamaah, meninggalkan pesan mendalam bagi seluruh hadirin untuk senantiasa menjadikan kepedulian dan kebersamaan sebagai fondasi dalam membangun peradaban kampus yang beriman dan berintegritas.

Bagikan ke media sosial Anda!