ASAHAN-Universitas Asahan (UNA) kembali menunjukkan komitmennya sebagai perguruan tinggi toward excellence di Sumatera Utara. Pada Selasa (12/08/2025), UNA menggelar kegiatan promosi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), sosialisasi program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), dan pembelajaran hybrid di Kantor Camat Simpang Empat dan Kantor Camat Sei Kepayang, Kabupaten Asahan.

Kegiatan strategis ini dipimpin langsung oleh Rektor UNA, Assoc. Prof. Dr. Mangaraja Manurung, S.H., M.H, yang hadir bersama tim promosi handal UNA, yakni Dr. Harry Sambayu, M.Hum, Paisal Manurung, S.S., M.S, Intan Zahar, S.S., M.Si, Heru Gunawan, S.P., M.Agr, Surya Fajri, S.P., M.Agr, Andian Panjaitan, S.T, dan Aris Munandar serta beberapa mahasiswa.

Kehadiran pimpinan puncak universitas ini menjadi bukti keseriusan UNA dalam membuka akses pendidikan tinggi yang berkualitas, fleksibel, dan sesuai kebutuhan zaman.

Kegiatan ini bertujuan untuk:

1. Meningkatkan jumlah dan kualitas calon mahasiswa melalui jalur PMB dan RPL.

2. Menyebarluaskan informasi mengenai program studi, fasilitas, dan keunggulan Universitas Asahan kepada masyarakat secara luas.

 

3. Memperkenalkan dan mensosialisasikan program RPL sebagai alternatif bagi masyarakat yang memiliki pengalaman kerja atau pendidikan nonformal untuk melanjutkan studi.

4. Meningkatkan citra dan daya saing Universitas Asahan di tingkat lokal, regional, dan nasional.

5. Mendukung pemerataan akses pendidikan tinggi bagi seluruh lapisan masyarakat.

Pendidikan Tinggi untuk Semua

Dalam sambutannya, Rektor UNA menegaskan bahwa UNA hadir untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat meraih pendidikan tinggi, tanpa terhalang biaya, jarak, atau waktu.

“Kami ingin pendidikan tinggi tidak lagi menjadi mimpi yang mahal atau sulit dijangkau. Dengan RPL dan pembelajaran hybrid, siapapun bisa belajar, kapan saja, dan dari mana saja, tanpa kehilangan kualitas akademik,” tegas Mangaraja Manurung.

Program RPL menjadi salah satu fokus utama kegiatan ini. Melalui RPL, pengalaman kerja, pelatihan, atau kompetensi yang dimiliki seseorang dapat diakui sebagai bagian dari perkuliahan. Dengan demikian, waktu studi menjadi lebih efisien dan biaya lebih terjangkau.

Paparan Rinci dari Tim Promosi

Pada sesi pemaparan, Paisal Manurung, S.S., M.S menjelaskan secara detail manfaat dan keunggulan RPL serta sistem pembelajaran hybrid UNA.

“Dengan RPL, pengalaman yang Bapak/Ibu miliki tidak akan sia-sia. Semua akan diakui secara akademik, sehingga perkuliahan menjadi lebih singkat, biaya lebih hemat, namun tetap berkualitas,” ujarnya di hadapan para kepala desa dan perangkat desa.

Sedangkan Intan Zahar, S.S., M.Si memaparkan bahwa pembelajaran hybrid UNA memadukan perkuliahan tatap muka dan daring, sehingga mahasiswa dapat belajar secara fleksibel tanpa harus meninggalkan pekerjaan atau aktivitas utama. Ia menegaskan, UNA memiliki berbagai program studi unggulan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.

“Kami berharap perangkat desa dapat menjadi jembatan informasi bagi masyarakat. Mari kita dorong warga untuk tidak ragu melanjutkan pendidikan, karena dengan ilmu yang lebih tinggi, kualitas hidup dan peluang kerja akan meningkat,” tambahnya.

Dukungan Penuh dari Pemerintah Kecamatan

Camat Simpang Empat Kamarul Zaman, S.H. M.H dan Camat Sei Kepayang Timur Ustami Panjaitan, S.H., M.H memberikan apresiasi besar atas langkah UNA menjangkau langsung masyarakat.

“Program ini sejalan dengan misi membangun SDM yang berkualitas, berdaya saing, dan berakhlak mulia. Kami siap mendukung dan menyebarkan informasi PMB dan RPL agar manfaatnya dirasakan seluas-luasnya,” ungkap mereka.

Kedua camat tersebut juga mensupport dan mendukung penuh program ini, menyebutnya sebagai solusi pendidikan di era digital.

Pesan dari Ketua Pengurus Yayasan UNA

Di tempat terpisah, Ketua Pengurus Yayasan Universitas Asahan, Drs. Mapilindo, M.Pd, memberikan apresiasi tinggi atas kegiatan ini.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Universitas Asahan tidak hanya menunggu calon mahasiswa datang, tetapi aktif menjemput mereka dengan informasi yang jelas, program yang relevan, dan metode belajar yang fleksibel. Ini adalah wujud pengabdian kepada masyarakat sekaligus investasi untuk masa depan daerah,” tuturnya.

Ia berharap perangkat desa dapat menjadi mitra strategis UNA dalam menyebarkan informasi tentang PMB, RPL, dan pembelajaran hybrid.

“Harapan kami, kegiatan ini bisa membuka wawasan warga bahwa kuliah itu bukan hal yang sulit atau mahal. Dengan adanya RPL, pengalaman kerja mereka bisa diakui, dan dengan sistem hybrid, jarak tidak lagi menjadi penghalang. Mari kita wujudkan bersama masyarakat yang lebih cerdas, produktif, dan berdaya saing tinggi,” tambahnya.

Dengan langkah strategis ini, UNA membuktikan diri sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya mengedepankan kualitas, tetapi juga menempatkan masyarakat sebagai pusat dari setiap inovasi pendidikan.

Pendidikan tinggi kini bukan lagi sekadar cita-cita—di UNA, masa depan itu bisa dimulai hari ini.

 

Bagikan ke media sosial Anda!