
KISARAN-Universitas Asahan (UNA) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi melalui pelaksanaan Sosialisasi SAPTO 2.0 dengan tema “Implementasi Sistem Akreditasi Daring yang Terintegrasi” pada Senin, 15 Juli 2025, bertempat di Gedung Zulfirman Siregar, Kampus UNA.
Acara ini menghadirkan narasumber nasional sekaligus tokoh penting di dunia pendidikan tinggi, Prof. H. Johni Najwan, S.H., M.H., Ph.D — Guru Besar Ilmu Hukum sekaligus Anggota Dewan Eksekutif Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Kegiatan ini turut disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Fakultas Hukum UNA, memberi akses luas kepada civitas akademika UNA dan masyarakat umum untuk menyimak materi strategis ini.
Mewakili Rektor UNA, Assoc. Prof. Dr. Mangaraja Manurung, S.H., M.H., sambutan pembukaan disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Assoc. Prof. Dr. Wanayumini, S.Kom., M.Kom. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan penghargaan atas kehadiran Prof. Johni Najwan, serta menekankan pentingnya kegiatan ini dalam mendukung peningkatan kualitas akademik dan persiapan akreditasi UNA yang lebih optimal.
“SAPTO 2.0 merupakan sistem akreditasi online yang terintegrasi dengan berbagai platform nasional seperti PDDIKTI, SINTA, dan SISTER. Sosialisasi ini penting untuk kita semua — terutama dalam meningkatkan kesiapan Universitas Asahan menghadapi dinamika penilaian akreditasi yang semakin kompleks,” ujarnya di hadapan peserta.
Acara ini turut dihadiri Ketua Pembina Yayasan Universitas Asahan, Ir. H. Syarifullah Harahap, M.Si yang secara resmi membuka kegiatan. Dalam sambutannya, beliau mengajak seluruh civitas akademika UNA untuk menjadikan momentum ini sebagai langkah awal memperkuat roadmap dan strategi pengembangan kualitas akademik menuju akreditasi unggul.
“Saya berharap pertemuan ini tidak hanya menjadi sosialisasi, tapi juga menjadi forum evaluasi dan perencanaan bersama dalam menyongsong akreditasi yang lebih baik dan bermartabat,” tegasnya.
Dalam paparannya, Prof. Johni Najwan mengupas tuntas filosofi dan dinamika sistem akreditasi nasional, termasuk tantangan yang dihadapi oleh lembaga pendidikan tinggi dalam menghadapi implementasi SAPTO 2.0. Ia mengkritisi beberapa aspek dalam sistem tersebut, termasuk perlunya pendekatan yang lebih manusiawi dan proporsional dari pihak eksekutif BAN-PT, serta pentingnya memahami dasar hukum akreditasi sesuai Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.
“Evaluasi dalam SAPTO harusnya bukan semata-mata angka, tetapi lebih kepada sejauh mana perguruan tinggi melaksanakan tujuan konstitusional pendidikan — yakni membentuk insan beriman, bertakwa, berilmu, dan bertanggung jawab,” jelas Prof. Johni dengan penuh semangat.
Beliau juga menyinggung mengenai perlunya peningkatan kapasitas SDM, sarana prasarana, serta pentingnya continuous quality improvement (peningkatan mutu berkelanjutan) sebagai landasan utama membangun perguruan tinggi yang unggul.
Prof. Johni turut memberikan pandangan kritis terkait lembaga-lembaga akreditasi mandiri (LAM), seperti LAM-PTKes dan LAMEMBA, yang dinilai memberatkan PTS kecil karena tingginya biaya dan minimnya jumlah mahasiswa. Ia mengajak seluruh peserta untuk lebih kritis dan aktif terlibat dalam membangun sistem akreditasi yang lebih adil dan mendukung kualitas, bukan sekadar administratif.
Kegiatan ini berlangsung interaktif, penuh semangat, dan menjadi momen pencerahan yang sangat penting bagi UNA dalam mengarungi era akreditasi digital yang semakin kompleks.
Sosialisasi ini menjadi bukti nyata bahwa Universitas Asahan tidak hanya siap menyambut perubahan, tetapi juga berdiri di garda depan dalam memahami dan mengimplementasikan sistem akreditasi nasional secara komprehensif, cerdas, dan berintegritas.
Acara tersebut, dilanjutkan dengan sesi Tanya jawab dan berdiskusi dan diakhiri dengan pemberian songket khas batubara dan swafoto bersama.
Bagikan ke media sosial Anda!
PENGUMUMAN TERBARU

Kalender Akademik Semester Ganjil TA. 2022-2023

Jadwal Perkuliahan Semester Ganjil TA. 2022-2023
KEGIATAN TERBARU