DOSEN UNA RAIH GELAR DOKTOR LINGUISTIK TERAPAN BAHASA INGGRIS DARI UNIMED

KISARAN-Universitas Asahan (UNA) kembali menambah dosen dengan gelar doktor. Yang terbaru yakni Harry Sambayu dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Harry Sambayu berhasil meraih gelar Doktor Lingusitik Terapan Bahasa Inggris dari Universitas Negeri Medan (Unimed). Gelar doktor diraih Harry Sambayu usai berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan para penguji dalam Ujian Terbuka di ruang Sidang A Gedung Pusat Administrasi Unimed, pada Kamis lalu.

Dari ujian promosi doktornya yang dipromotori Prof. Amrin Saragih, M.A., Ph.D, dan Kopromotor Prof. Dr. Sumarsih, M.Pd.

Sementara bertindak sebagai penguji Prof. Dr. Berlin Sibarani, M.Pd (Unimed), Prof. Dr. Zainuddin, M.Hum (Unimed), Prof. Dr. Sri Minda Murni, M.S (Unimed) dan Prof. T. Silvana Sinar, M.A., Ph.D.

Didepan para penguji Harry Sambayu berhasil mempertahankan desertasinya dan berhak menyandang gelar doktor serta dinyatakan lulus.

Dalam disertasinya yang berjudul Traditional House Lexical Item Maintainability of Batu Bara Malay, Harry Sambayu memaparkan, disertasi ini merupakan lingkup Ekolinguistik yang menginvestigasi keterpeliharaan leksikal item terkait rumah tradisional Melayu Batu Bara.

Dari hasil penelitian ini ditemukan 48 persen penutur Melayu Batu Bara menggunakan secara luas leksikal ini direntang usia 18 hingga 65 tahun.

“Hal ini mengimplikasikan bahwa 52 persen dari penutur Melayu Batu Bara tidak menggunakan leksikal ini dan berada pada tingkat yang beresiko punah dengan beberapa alasan yang mempengaruhinya antara lain, perkembangan sosial media dan teknologi, asimilasi antar etnik di Melayu Batu Bara, dan perbedaan tingkat usia penutur Bahasa Melayu Batu Bara itu sendiri” kata Harry, dalam keterangannya, Sabtu (22/1/2022).

Harry Sambayu mengakui ada beberapa kendala yang dialaminya dalam menyelesaikan disertasinya. Dalam meraih gelar doktor tersebut, ia harus penuh perjuangan.

“Perjuangannya luar biasa dalam mengerjakan disertasi terutama dalam manajemen waktu antara membagi tugas menjadi dosen dan pengerjaan disertasi,” tuturnya.

Selain itu, ia harus bisa membagi waktu juga dengan mengurus keluarganya. Akan tetapi, motivasinya yang kuat sehingga disertasinya dapat diselesaikan dengan baik.

Ia pun mengucapkan terimakasih kepada Ketua Pengurus Yayasan UNA Drs. Mapilindo, M.Pd, Rektor UNA Prof. Dr. Tri Harsono, M.Si, Para Wakil Rektor I, II dan III, Dekan FKIP UNA Drs. Dailami M.Pd wakil dekan, dosen dan seluruh jajaran keluarga besar FKIP, dan pegawai tata usaha.

Rektor UNA Prof. Dr. Tri Harsono, M.Si menyampaikan, dengan diraihnya gelar doktor oleh Harry Sambayu, maka jumlah dosen bergelar doktor yang dimiliki UNA semakin bertambah.

Saat ini masih ada beberapa dosen lagi yang menyelesaikan studi doktornya.

“Dengan demikian UNA sudah memiliki belasan dosen bergelar doktor dan akan bertambah lagi.

Ia berharap, dosen-dosen yang lain bisa termotivasi agar ikut melanjutkan studinya untuk bisa mendapatkan gelar doktor hingga bisa menjadi guru besar (Profesor),” harapnya. (Humas UNA).