FKIP UNA SUKSES GELAR KULIAH UMUM DAN SOSIALISASI PRODI S2/S3 ILMU LINGUISTIK

KISARAN-Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Asahan (FKIP UNA) sukses menggelar Kuliah Umum dan Sosialisasi Prodi S2/S3 Ilmu Linguistik dengan mengusung tema “Membangun Potensi Diri Menuju Terciptanya Sumberdaya Pendidikan yang Potensial dan Berkarakter” yang dilaksanakan di Aula FKIP UNA, pada Rabu (10/11/2021).

Hadir sebagai narasumber yakni Prof. Dr. Tri Harsono, M.Si (Rektor UNA), Ketua Pengurus Yayasan UNA Drs. Mapilindo, M.Pd yang diwakili Ir. Lokot Ridwan Batubara, M.Si (Sekretaris Yayasan UNA), Dr. Mulyadi, M.Hum dari USU.

Kegiatan ini dibagi 2 sesi, sesi pertama pesertanya semester 1 dan sesi kedua pesertanya semester 7 dengan jumlah peserta sebanyak 600 mahasiswa.

Turut hadir dalam kesempatan itu yakni Ketua Pengurus Yayasan UNA Drs. Mapilindo, M.Pd yang diwakili Sekretaris Yayasan UNA Ir. Lokot Ridwan Batubara, M.Si, Rektor UNA Prof. Dr. Tri Harsono, M.Si, Dekan FKIP UNA Drs. Dailami, M.Pd, Wakil Dekan I Bidang Akadenik Dr. Bambang Gulyanto, M.Pd, Wakil Dekan II Bidang Administrasi dan Keuangan Lis Supitman, S.Pd., M.Hum, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Hanina, S.Psi., M.Si, dosen dan mahasiswa.

Kuliah umum dibuka langsung oleh Dekan FKIP UNA Drs. Dailami, M.Pd mengatakan, kuliah umum ini bertujuan untuk membekali mahasiswa agar mempunyai landasan dan pegangan saat terjun di lapangan.

Dengan diadakan kuliah umum ini diharapkan mahasiswa dapat lebih memahami bagaimana menjadi seorang guru yang baik, profesional dengan memberikan pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan.

Sesi I, Ketua Pengurus Yayasan UNA Drs. Mapilindo, M.Pd yang diwakili Ir. Lokot Ridwan Batubara, M.Si membawa materi tentang sejarah berdirinya UNA. beliau memaparkan bahwa UNA berdiri mulai melaksanakan kegiatan akademik itu di tahun 1986. Di awali dengan pendirian Yayasan UNA yang waktu itu digagas melalui pemikiran Bupati Asahan Bapak H. Zulfirman Siregar. Yang mana beliau bercita-cita (berkeinginan), bahwa masyarakat asahan ini harus cerdas.

Beliau melihat bahwa tidak semua masyarakat asahan ini, berkesempatan pada waktu itu untuk kuliah di perguruan tinggi.

Apalagi bagi masyarakat yang ekonominya menengah kebawah, maka untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat asahan dan sekitarnya yang memiliki ekonomi menengah kebawah untuk kuliah di perguruan tinggi, maka beliau menggagas pada waktu itu, selaku Pemerintah Kabupaten Asahan harus mendirikan perguruan tinggi. Maka kemudian muncul lah UNA yang pendirinya yaitu H. Zulfirman Siregar,  H. Suparmin, Drs. Amirhan Pariduri, Drs. Wilson Lumban Batu, Drs. S. N. Nainggolan, Drs. Ngamehi Sembiring, dan Ir. H. Syarifullah Harahap, M.Si.

Sedangkan Narasumber kedua Prof. Dr. Tri Harsono, M.Si juga Rektor UNA dalam pemaparannya, guru pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah, seperti yang tertuang dalam Peraturan Menteri  Nomor 16 Tahun 2009.

Ia menambahkan, untuk menjadi guru yang profesional perlu memiliki kompetensi kepribadian (didasari iman dan taqwa, berakhlak mulia, arif bijaksana, demokratis, stabil serta menjadi teladan kepada anak didiknya), kompetensi sosial (berkomunikasi dengan santun baik lisan maupun tulisan), kompetensi pedagogik (memahami landasan pendidikan, pemahaman terhadap anak didik, pengembangan anak didik, rancangan pembelajaran, pemanfaatan teknologi, evaluasi hasil belajar) dan kompetensi profesional (menguasai bahan ajaran, konsep dan metode disiplin keilmuan).

Dan dilanjutkan pada sesi II, sosialisasi “Undang-undang ITE dalam Semantik” yang dibawakan oleh Dr. Mulyadi, M.Hum (Dosen USU).

Materi yang dipaparkan oleh narasumber sangat menarik sehingga mahasiswa sangat antusias dan menimbulkan banyak pertanyaan.

Sehingga mahasiswa dapat berpikir kritis, dan terpacu keinginannya untuk mencari bahan pelajaran hari tersebut sebelum pelajaran dimulai.   (Humas UNA).