UNA GELAR FGD REVITALISASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA

KISARAN-Dalam rangka persiapan pelaksanaan konsep Merdeka Belajar Kampus Merdeka, Universitas Asahan (UNA) menggelar Focus Discussion Group (FGD) untuk penyesuaian konsep Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Aula Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNA Jl. Latsitarda Kel. Kisaran Naga Kab. Asahan, pada Jum’at (12/3).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Rektor UNA Prof. Dr. Tri Harsono, M.Si, Wakil Rektor Bidang Administrasi dan Keuangan Dr. Sri Rahayu, M.Pd, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswa dan Alumni Ir. Ansoruddin Harahap, M.P, Ketua LPPM Dra. Hamidah Sidabalok, M.Hum. Selain itu hadir juga Wakil Dekan Bidang Akademik, Ketua dan Sekretaris Program Studi dilingkungan UNA.

Kegiatan ini menghadirkan tiga Narasumber Dr. Ir. M. Aman YamanM. Agric.Sc (Unsyiah), Dr. Isda Pramuniati, M.Hum (Unimed) dan Dr. Mahriyuni, M.Hum (Sekretaris LLDIKTI Wilayah 1 Sumatera Utara)  .

Dalam sambutannya, Rektor UNA Prof. Dr. Tri Harsono, M.Si menyampaikan pentingnya revitalisasi kurikulum “Kampus Merdeka-Merdeka Belajar” sebagai tindak lanjut dari kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim serta kebijakan UNA.

Kurikulum yang dirilis Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini akan membawa perubahan yang signifikan. Dibutuhkan keseriusan tim pengajar untuk merumuskan kurikulum, khususnya pemetaan matakuliah unggul di setiap prodi, yang menjadi pilihan prodi lainnya.

Konsep merdeka belajar ini akan memberikan warna tersendiri bagi lingkungan kampus, khususnya UNA. Kurikulum ini merancang pola pengembangan dalam matakuliah, dan memfasilitasi mahasiswa bebas memilih program sesuai kebutuhannya.

Beliau juga menambahkan tujuan di adakan FGD ini adalah memberi kebebasan dan otonomi kepada lembaga pendidikan, mahasiswa diberikan kebebasan untuk memilih bidang yang mereka sukai. Sehingga program merdeka belajar kedepan tidak lagi terpusat di kampus, namun mahasiswa akan belajar dan berinteraksi langsung dengan masyarakat serta dunia kerja.

Acara selanjutnya penyampaian materi oleh Dr. Isda Pramuniati, M.Hum, dengan menampilkan beberapa slide serta penjelasan terkait pembelajaran dari kurikulum MBKM, agar peserta yang hadir bisa memahami fungsi dan pembelajaran dari kurikulum dimaksud.

Nantinya, dalam perubahan kurikulum, mahasiswa diberikan kemerdekaan belajar selama 3 semester, khususnya semester 5, 6, dan 7 untuk mengambil matakuliah di luar prodinya, bisa lintas prodi, fakultas, bahkan lintas kampus maupun di instansi-instansi tertentu. Di sini, UNA, Fakultas, dan Prodi perlu membuat MoU-MoU untuk implementasi 3 semester tersebut.

Yakni satu semester mahasiswa boleh mengambil mata kuliah diluar prodinya (20 sks) dan dua semester (40 sks) mahasiswa bisa melakukan kegiatan di luar kampus seperti magang, wirausaha dan lain-lain.

“Esiensinya kebijakan ini mendorong kampus agar dalam pembelajarannya lebih otonom dan inovatif. Mahasiswa bisa melakukan pilihan-pilihan dalam pembelajarannya”, imbuhnya.

Kesimpulan dari kegiatan FGD ini, prodi yang ada ditiap-tiap fakultas yang ada di UNA perlu melakukan review ulang terhadap matakuliah-matakuliah agar diperbanyak dalam memberikan peluang bagi mahasiswa untuk praktik di lapangan, serta memperbaiki pedoman dan proses kegiatan KKN Integratif sehingga benar-benar aplikatif. (Humas UNA).