KISARAN-Mahasiswa Budidaya Perairan Universitas Asahan (UNA) berbagi pengetahuan dengan memberikan pendidikan dan pelatihan kepada masyarakat dalam mengelolah limbah ranjungan (sejenis kepiting) untuk memproduksi pakan ikan.

Dosen Pembimbing Azizah Mahary, S.Pi, M.Si mengungkapkan, kegiatan ini merupakan Program  Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) tahun 2020 dari Kementrian Pendidikan RI, dan mahasiswa Budidaya Perairan UNA sebagai pemenangnya atas nama Andri Pratama Wibowo dengan judul proposal “Program Pemberdayaan Warga Desa Dahari Selebar Kabupaten Batubara dalam Mengelola dan Memanfaatkan Limbah Ranjungan Sebagai Pakan Ikan Lele”. Untuk tindak lanjutnya, dilakukan pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat di Desa Selebar, Kec. Talawi, Kab. Batubara, pada hari Senin (19/10/2020).

Menurut Azizah Mahary, S.Pi, M.Si, desa ini dipilih, karena wilayahnya dekat pesisir pantai dan banyaknya limbah ranjungan yang mengandung protein (ditemukan dan tidak diolah). Sehingga kita lakukan pendidikan dan pelatihan pengolahan ranjungan untuk pakan ikan.

“Tujuannya untuk mengurangi limbah lingkungan, dan yang terpenting untuk menambah pendapatan perekonomian masyarakat dengan memproduksi pakan secara mandiri,”ungkapnya.

Selain itu, mahasiswa Budidaya Perairan UNA menyerahkan bantuan mesin pembuat pakan ikan. Sehingga program ini bisa berkelanjutan dan bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan.

“Semoga pendidikan dan pelatihan dan bantuan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat disektor budidaya perairan”, tuturnya.

Ditempat terpisah, Kabid. Budidaya Effendi mengatakan, dengan adanya pendidikan dan pelatihan ini diharapkan dapat mengurangi pencemaran lingkungan.

“Dengan memanfaatkan limbah ranjungan yang sangat banyak di Kab. Batubara, diharapkan dapat menekan biaya pakan sebesar 60-70% dan dapat meningkatkan produktivitas ternak seperti lele”, katanya. (Humas UNA).