17 DOSEN TETAP UNA LULUS SERTIFIKASI DOSEN SESI-1 TAHUN 2020

KISARAN – Sebanyak 17 dosen tetap Universitas Asahan (UNA) lulus dalam sertifikasi dosen (serdos) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (KEMDIKBUD) sesi-1 Tahun 2020. Kabar gembira tersebut datang dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (KEMDIKBUD) melalui aplikasi SISTER, Selasa (4/8) berupa pengumuman kelulusan sertifikasi dosen (serdos) sesi-1.

Serdos merupakan upaya meningkatkan Mutu Pendidikan Nasional dan memperbaiki kesejahteraan dosen dengan meningkatkan profesionalismenya.

Tujuh belas dosen UNA dimaksud yaitu Adi Widarma, S.Si., M.Kom, Anshari Putra, S.E., M.M, Azizah Mahary, S.Pi., M..Si, Dian Anggraini Harahap, S.Pd.I., M.Hum, Eva Margaretha Saragih, S.Pd., M.Pd, Eva Mizkat, S.S., M.Pd, Harry Sambayu, S.Pd.I., M.Hum, Heru Gunawan, S.P., M.Agr, Hilmiatus Sahla, S.E.I., M.E.I, Muhammad Yasin Simargolang, S.Kom., M.Kom, Rahma Yunita Ansi, S.Pd., M.Pd, Rita Maharani CH, S.P., M.P, Suriani, S.H., M.H, Surya Fajri, S.P., M.Agr, Yustria Handika Siregar, S.T., M.Kom, Zaid Afif, S.H., M.Hum, Zulfa Khairina Batubara, S.E., M.Si. Mereka sebelumnya mengikuti beberapa tahapan panjang. Mulai dari bakal calon peserta serdos hingga penilaian deskripsi diri oleh asesor dari Universitas Diponegoro, Universitas Indonesia, Universitas Udayana, Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Padang, Universitas Semarang, Universitas Padjadjaran, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Jember, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Lampung, Universitas Brawijaya, Universitas Hasanuddin.

Rektor UNA Prof. Dr. Ibnu Hajar, M.Si menyambut gembira atas torehan prestasi dosen UNA. Beliau berharap, dosen lainnya dapat termotivasi atas pencapaian sejawat itu dan menyiapkan diri untuk sertifikasi dosen tahun depan.

“Keberhasilan tujuh belas dosen UNA tidak lepas dari usaha dan kerja keras mereka selama ini, dan memberikan penguatan kepada kampus UNA dengan bertambahnya dosen yang profesional”, kata Rektor UNA.

Beliau berharap terlepas dari profesionalisme yang diperoleh dosen, mereka tetap konsisten melaksanakan kegiatan tridharmanya secara profesional, karena dengan lulusnya sertifikasi mengidentifikasikan dosen sebagai tenaga pendidik yang profesional artinya bertanggung jawab secara moral harus diimplementasikan dalam proses belajar mengajar, penelitian dan melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Sertifikat pendidikan yang diberikan kepada dosen melalui proses sertiifikasi adalah bukti formal pengakuan terhadap dosen sebagai tenaga profesinal pada jenjang pendidikan tinggi.

Sementara itu, Ketua Yayasan UNA Drs. Mapilindo, M.Pd menilai, kelulusan dosen pada serdos menambah bobot kualitas dosen UNA. Juga menjadi tolak ukur profesionalitas seorang dosen adalah sertifikasi dosen.

“Prestasi ini tidak hanya semata-mata bermanfaat bagi dosen sendiri, tapi juga bagi kampus UNA sebagai tempat mengabdi”, ujar Ketua Yayasan UNA.

Menurut Wakil Rektor Biang Akademik Prof. Dr. Tri Harsono, M.Si, dosen yang lolos serdos tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena proses pelaksanaan serdos melalui aplikasi sistem informasi sumber daya terintegrasi (SISTER). Beliau juga menambahkan, bahwa dosen yang lolos sertifikasi ini diawali dengan status eligible.

Eligible adalah status dosen yang bisa ikut serdos dengan tahapan data D1 yaitu dosen yang sudah memenuhi syarat untuk masuk D3 dan lengkap dokumen yang dipersyaratkan (Jabfung, kepangkatan/golongan dan inpassing) di sistem sertifikasi periode berjalan, data D2 yaitu dosen yang sudah memenuhi syarat masuk D3 tapi belum melengkapi dokumen di sistem serdos, dosen D2 masih berpeluang masuk ke D1 apabila melengkapi dokumen yang dipersyaratkan tersebut sampai sebelum waktu penetapan data D3. Data D3 adalah dosen yang final ikut pada pelaksanaan sertifikasi periode berjalan.

Kalau sudah masuk data D3 lanjut dia, maka dosen tersebut sudah bisa ikut tahapan sertifikasinya tapi harus diusulkan oleh perguruan tinggi sebagai data D4 yang diusulkan. Maka itu yang bisa masuk ke data D5 melakukan penilaian persepsional, TKDA, TOEP yang lulus data D5 maka bisa lanjut untuk pengisian Deskripsi Diri (DD).

Adapun penilaian yang lain dilakukan terhadap pengembangan tridharma dan kompetensi sosial yang ditujukan oleh kemampuan bahasa inggris, potensi akademik dan publikasi ilmiah. (Humas UNA).