UNA GELAR WEBINAR INOVASI PENDIDIKAN SERIES KE-2 MENJELANG NEW NORMAL

KISARAN-Universitas Asahan (UNA) menggelar seminar daring/Webinar series pendidikan ke-2 dengan mengambil tema  “Inovasi Pendidikan Dalam Era Revolusi Industri 4.0 (Persepektif Manajemen dan Revolusi Pembelajaran)”, kemarin Senin 06 Juli 2020.

Menghadirkan Ketua Yayasan UNA Drs. Mapilindo, M.Pd selaku Opening Speech dengan Pemateri I Prof. Dr. Ibnu Hajar, M.Si selaku Rektor UNA dan Pemateri II Dr. Darwin, ST, MT merupakan Dosen Universitas Negeri Medan (Unimed).

Kegiatan ini menggunakan media aplikasi zoom yang diikuti oleh 65 peserta dari kalangan Dosen, Guru, Mahasiswa dan Umum.

Pada sesi pertama Prof. Dr. Ibnu Hajar, M.Si. mengungkapkan pentingnya merubah mental dan maindset dikalangan mahasiswa menjadi pola pikir pembelajar, pembelajar yang tangguh dan pembelajar yang lincah yang bisa adaftif terhadap perubahan, selain itu merubah motode belajar dari konvensional ke metode merdeka belajar dimana mahasiswa diberikan kesempatan untuk meramu paket belajar yang cocok untuk masa depannya.

“Sebelumnya perguruan tinggi seolah lebih efektif menentukan masa depan mahasiswa, sekarang dalam merdeka belajar ini mahasiswa diberikan kesempatan untuk meramu kira-kira paket (mata kuliah) apa yang cocok untuk masa depannya. Karena itulah orang-orang yang harus kita siapkan adalah orang-orang yang bermental pembelajar, pembelajar yang tangguh dan pembelajar yang lincah yang bisa adaftif terhadap perubahan, karena sekali lagi kalau kita merespon perubahan selamanya kita akan dikendalikan perubahan itu sendiri. Oleh karena itu, kita harus jadikan pendidikan Indonesia untuk mencetak orang-orang menjadi trendsetter perubahan,” jelas Prof. Ibnu Hajar.

Pada sesi kedua Dr. Dr. Darwin, ST, MT memaparkan bahwa dosen akan tetap menjadi peran yang sentral (actor terpenting) dalam memajukan anak bangsa serta pendidikan yang ideal untuk ke depannya adalah pendidikan yang tetap berlangsung dalam ruang gabungan yaitu antara ruang fisik dan ruang virtual.

Perkembangan teknologi akan melahirkan dunia Volatile, Uncertain, Complex, dan Ambiguous (VUCA) sehingga perlunya beberapa kompetensi yang harus dimiliki oleh mahasiswa untuk menghadapi dunia tersebut. Kompetensi tersebut yaitu kompetensi berfikir kritis, komunikasi yang baik, kreatif dan inovatif, dan kolaborasi. Namun, untuk sampai kepada kompetensi tersebut haruslah dibekali dengan beberapa perangkat dasar seperti kepercayaan diri, bisa menghargai orang lain, berani mencoba, siap dalam menanggung risiko, berfikir secara abstrak, mampu berfikir secara ilmiah, dan kemampuan berimajinasi, serta kemerdekaan berfikir.

Untuk sampai pada titik ini perlunya menumbuhkan kompetensi dosen tersebut beralih ke perspektif teori jejaring aktor (actor-network theory). Untuk melahirkan dosen yang bermutu diperlukan reformasi di tiga aras yang berbeda yaitu aras paradigmatic, manajerial, dan teknikal.

Webinar tersebut menampung pertanyaan-pertanyaan dari peserta yang bertanya. Pertanyaan-pertanyaan tersebut ditujukan kepada kedua pemateri. (HUMAS UNA).