MENGHADAPI ERA REVOLUSI 4.0, UNA GELAR PELATIHAN PENERAPAN BLENDED LEARNING

Universitas Asahan (UNA) melalui Unit Pelayanan Terpadu Teknologi Informasi Komunikasi (UPT. TIK) mengelar pelatihan penerapan blended learning pada tanggal 15 Februari 2020 di Puskomnet UNA, Senin (17/2).

Dr. Muhammad Sabir Ramadhan, M.Kom, selaku ketua pelaksana melaporkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta yakni seluruh dosen UNA. Kegiatan ini dibuat dalam bentuk talk share & diskusi.

Menurutnya melalui Workshop ini diharapkan UNA mampu mengembangkan kelas daring untuk persiapan implementasi blended learning sebagai sarana untuk menggabungkan pembelajaran tatap muka dan online di tiap-tiap fakultas yang ada di UNA, sehingga nantinya mampu meningkatkan kualitas mutu akademik dan akreditasi.

Blended learning merupakan pembelajaran yang didukung oleh kombinasi efektif dari cara penyampaian, cara mengajar dan gaya pembelajaran yang berbeda serta ditemukan pada komunikasi terbuka diantara seluruh bagian yang terlibat dengan pelatihan. Sedangkan untuk keuntungan dari penggunaan blended learning sebagai sebuah kombinasi pengajaran langsung (face-to-face) dan pengajaran online, tapi lebih dari pada itu sebagai elemen dari interaksi sosial.

Pada sambutanya Rektor UNA Prof. Dr. Ibnu Hajar, M.Si yang diwakili Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Tri Harsono, M.Si, mendorong dan memotisivasi kepada setiap dosen untuk selalu melakukan pengembangan diri dan mampu mempraktekan model pembelajaran kekinian dengan kelas perkuliahan yang dinamis tidak terikat pada ruang kuliah fisik.

Dr. Tri Harsono, M.Si menekankan pentingnya meningkatkan mutu proses pembelajaran dengan meningkatkan kemampuan dosen dalam memanfaatkan pembelajaran blended learning.

Lanjutnya ia menambahkan bahwa setiap dosen perlu berinovasi dalam pembelajaran untuk terus menerus membangun lingkungan belajar yang nyaman, sehingga para dosen di Perguruan Tinggi mampu mengoptimalkan untuk merenungkan kembali praktik terkini dan untuk secara aktif melibatkan mahasiwa dalam pembelajaran mereka untuk memperoleh capaian pembelajaran yang lebih tinggi dari sesi pembelajaran yang hanya tatap muka saja.

Dan ia berharap dalam pelatihan ini agar dosen mampu menggunakan aplikasi tersebut digunakan mulai semester ganjil 2019/2020 ini dan dosen dapat mengemas pembelajaran sejarah secara digital melalui aplikasi ini. Dalam mengisi konten dalam aplikasi tersebut dosen juga dapat mengembangkan media pembelajaran secara digital seperti membuat video-video animasi, film dokumenter, video 3 Grafis, storyboard dan media pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman.

“Seluruh Dosen-dosen UNA dapat menghadapi perkembangan teknologi era revolusi 4.0 sehingga memiliki kemampuan literasi data, literasi teknologi, pintanya”. (HUMAS UNA).