703 MAHASISWA UNA IKUTI PEMBEKALAN KKN

Universitas Asahan (UNA) berikan pembekalan kepada 703 Mahasiswa yang akan dilepas dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik dan Terpadu angkatan ke-III T.A. 2019-2020 kampus UNA pada Jum’at, (14/2). Kegiatan Tersebut berlangsung selama 2 (dua) hari dari tanggal 14-15 Februari 2020.

Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor Universitas Asahan, Ketua Pengurus Yayasan UNA, Sekretaris Pengurus Yayasan UNA, Wakil Rektor UNA, Dekan di tiap Fakultas, dan sejumlah Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan DPMD Kabupaten Asahan.

Rektor UNA, Prof. Dr. Ibnu Hajar, M.Si menyampaikan dalam sambutan dan sekaligus membuka kegiatan Pembelakan KKN TA. 2019/2020, “Mahasiswa itu merupakan agen perubahan dan dinilai serba bisa oleh masyarakat, namun perlu adanya sikap rendah hati jika sewaktu-waktu di minta pendapat atau dalam bertindak dalam masyarakat, karena sikap dan sifat seperti inilah yang menjadi penilaian dalam masyarakat”.

Ia menghimbau agar mahasiswa akan bersinergi dari berbagai program studi yang ada di UNA bersama masyarakat untuk melaksanakan program kerja yang dapat meningkatkan SDM unggul menuju Indonesia maju.

“KKN itu ruh perguruan tinggi terletak pada tri dharma dan tidak hanya berlaku bagi dosen saja namun juga mahasiswa dan KKN bagian dari tri dhrama dan UNA sangat memperhatikan hal ini” ungkap Rektor UNA.

“Semoga dengan KKN mahasiswa bisa bersinergi antar mahasiswa dan masyarakat sehingga program KKN bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, dan kami berpesan agar mahasiswa menjaga nama baik almamter” imbuhnya.

Di akhir sambutan beliau berpesan jadikan KKN ini sebagai sarana untuk mengembangkan diri dan pengabdian di masyarakat, “Buatlah suasana senang ketika kita datang, dan sedih jika telah menyelesaikan Kuliah Kerja Nyata di Masyarakat”. Filosofi seperti ini berarti menandakan bahwa kedatangan dan kepergian mahasiswa KKN itu bermanfaat bagi masyarakat, tuturnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan UNA Drs. Mapilindo, M.Pd, mengimbau kepada seluruh mahasiswa, untuk pandai membawa diri. Agar nantinya, mereka dapat mudah berbaur dengan masyarakat di wilayah penempatan masing-masing.

“Mahasiswa harus pandai membawa diri di masyarakat. Baik itu dikalangan pemuda maupun tokoh masyarakat. Selain itu, berikan gagasan dan ide-ide yang baik. Pastinya, masyarakat akan membantu kalian,” ujar Ketua Pengurus Yayasan saat memberikan pembekalan.

Kegiatan KKN tahun ini mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat dan Inovasi Desa dalam Mewujudkan Masyarakat Religius, Sehat, Cerdas dan mandiri”.

Sebanyak 703 Mahasiswa dari berbagai jurusan yang ada di UNA akan disebar di 6 kecamatan dan 45 desa yang ada di Kabupaten Asahan.

Mahasiswa yang akan mengikuti KKN berasal dari 11 program studi yakni Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Informatika, Agroteknologi, Budidaya Perairan dan Kelautan, Manajemen, Pembangunan, Ilmu Hukum, Pendidikan Matematika, Pendidikan Bahasa Inggris dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Para mahasiswa mendapatkan materi Program-Program KKN dan Sistematika Penulisan Laporan KKN yang dibawakan Kepala LPM UNA, Abdul Rahman, M.Pd, dan Gambaran Umum Pelaksanaan KKN Tematik dan Terpadu yang dibawakan dan beberapa materi yang dibawakan dari DPMD Kabupaten Asahan.

Ketua panitia KKN Tematik dan Terpadu Tahun 2020, Ir. Ansoruddin Harahap, MP mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk mewujudkan kedekatan dan kepedulian Perguruan Tinggi terhadap stakeholder eksternal.

Ansoruddin Harahap menjelaskan, UNA mewujudkan amanah Permenristekdikti sebagai kewajiban Perguruan Tinggi dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Pendidikan, Pengajaran, Penelitian dan Pengbdian kepada Masyarakat.

Ia menambahkan program kegiatan yang dijajakan oleh mahasiswa peserta KKN tahun ini adalah pendataan administrasi desa terutama di bidang pendidikan, pengelolaan keuangan desa, program unggulan kampus (bimbingan belajar untuk semua jenjang pendidikan dan serta melajutkan program unggulan desa.

“Waktu pelaksanaan KKN akan dimulai pada 10 Februari hingga 10 Maret 2020 mendatang,” jelas Ansoruddin Harahap.

Ia mengatakan, materi-materi sudah diberikan kepada mahasiswa dan berharap mereka bisa mempelajarinya.

Tugas mahasiswa, katanya, memetakan permasalahan yang dihadapi oleh warga di desa dan mengacu kepada lima kebutuhan, yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi, kemasyarakatan dan infrastruktur.

“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Asahan khususnya warga di lokasi KKN untuk memanfaatkan kehadiran mahasiswa di sana. Mahasiswa harus mampu menerapkan ilmu yang telah dipelajari di kampus dan menerapkannya di masayarakat dan memberdayakan masyarakat desa. Selain itu, mereka juga bisa belajar ilmu kemasyaratan di lokasi KKN,” harapnya.