UNIMED dan UNA Kolaborasi Bahas Kesehatan Mental Mahasiswa, Fokus Cetak Generasi Emas 2045

KISARAN –Kolaborasi unik dilakukan Universitas Negeri Medan (Unimed) dan Universitas Asahan (UNA). Dua kampus di Sumatera Utara itu menggandeng fakultas berbeda disiplin ilmu untuk meneliti kesehatan mental dan kebahagiaan mahasiswa sebagai bagian dari upaya menyiapkan Generasi Emas 2045.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Fakultas Pertanian UNA dan Fakultas Ilmu Keolahragaan UNIMED di Ruang Rapat Fakultas Pertanian UNA, Kisaran, Kamis (7/5/2026).

Suasana pertemuan berlangsung hangat dengan dihadiri sejumlah pimpinan kampus dari kedua institusi. Hadir di antaranya Sekretaris Yayasan UNA Ir. Lokot Ridwan Batubara, M.Si, Wakil Rektor Bidang Akademik UNA Assoc. Prof. Dr. Wanayumini, S.Kom., M.Kom, Ketua LPPM UNA Dr. Rumondang Tampubolon, S.Pi., M.Si, Dekan Pertanian UNA Dr. Ade Fipriani, S.P., M.P, Dr. Deddy Wahyudin Purba, S.P., M.Si dan Heru Gunawan, S.P., M.Agr serta tim dosen psikologi UNIMED seperti Doris Apriani Ritonga, S.Psi., M.A, Indah Verawati, S.Psi., M.A, dan Abdul Harris Handoko, S.Pd., M.Pd.

Dekan Fakultas Pertanian UNA, Ade Fipriani mengatakan kerja sama tersebut lahir dari kesamaan persoalan yang dihadapi mahasiswa lintas disiplin, terutama terkait tekanan mental selama menjalani kehidupan akademik.

“Sepintas pertanian dan olahraga itu beda. Tapi masalah mahasiswa itu sama: stres akademik, tekanan saat terjun ke masyarakat, hingga tantangan mental lainnya,” ujar Dr. Ade dengan semangat.

Ia menjelaskan penelitian yang dilakukan tidak berfokus pada bidang pertanian secara teknis, melainkan menyasar pelatihan kebahagiaan dan kesehatan mental mahasiswa di lingkungan Fakultas Pertanian.

“Banyak dari kita tidak sadar, mahasiswa perlu pikiran yang sehat agar bisa menghadapi dunia kampus dan masyarakat. Nah, tim dari UNIMED ini ahli psikologi, meski berasal dari Fakultas Ilmu Keolahragaan,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Yayasan UNA, Lokot Ridwan Batubara menyebut hubungan antara UNA dan UNIMED sudah terjalin erat sejak lama. Ia bahkan menggambarkan relasi kedua kampus seperti hubungan abang dan adik.

“Kami ingin terus naik kelas menuju Klaster Mandiri. Kami sadar, UNIMED lebih senior. Karena itu, kami mohon arahan dan pendampingan, terutama dalam hal hibah penelitian,” ujar Lokot dengan rendah hati.

Menurutnya, saat ini UNA masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan jumlah dosen yang aktif memanfaatkan hibah penelitian. Karena itu, kolaborasi dengan UNIMED diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas riset kampus.

Perwakilan LPPM UNIMED, Doris Apriani Ritonga mengatakan isu kesehatan mental mahasiswa menjadi perhatian penting karena sering kali tidak terlihat secara langsung meski berdampak besar terhadap prestasi akademik.

“Kebugaran fisik dan keseimbangan mental itu korelasinya langsung dengan prestasi mahasiswa. Lewat kolaborasi ini, kami ingin membekali mereka, dimulai dari Fakultas Pertanian, agar lebih tangguh secara psikologis,” jelas Doris.

Ia menilai kerja sama lintas disiplin ini menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Acara tersebut dibuka langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik UNA, Wanayumini. Dalam sambutannya, ia berharap kolaborasi tersebut tidak berhenti pada penelitian kampus semata, tetapi juga dapat memberikan dampak bagi dunia pendidikan di daerah Asahan.

“Selamat datang, semoga kolaborasi ini bukan yang terakhir. Ini adalah awal dari sebuah perjalanan panjang untuk menciptakan kampus yang sehat, bahagia, dan berprestasi,” ucapnya mengakhiri sambutannya.

Kolaborasi riset antara UNIMED dan UNA ini diharapkan menjadi model kerja sama antarperguruan tinggi di Sumatera Utara, khususnya dalam pengembangan penelitian kesehatan mental mahasiswa dan penguatan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Bagikan ke media sosial Anda!