Universitas Asahan Gelar Upacara Hardiknas
admin | 2017-05-04

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormatih jasa-jasa para pahlawannya. Pada hari yang sangat berbahagia ini, sebagai penerus bangsa, kita sebagai salah satu dari elemen bangsa ini pantas mengingatkan kilas balik dunia pendidikan yang dikenal Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada 2 Mei.

Demikian dikatakan Rektor Universitas Asahan Prof Dr Ibnu Hajar Msi saat menyampaikan pidato Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi pada upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2017 di depan kantor Biro Rektor UNA, Selasa (2/5).

Dalam kesempatan itu, Dr Ibnu mengapresiasi kepada para pejuang pendidikan, khususnya pendidikan tinggi di seluruh penjuru tanah air atas peran aktifnya dan tak kenal lelah mendidik, memberi inspriasi dan membangkitkan semangat generasi penerus menjadi manusia yang berkarakter, berpengetahuan, memiliki keterampilan dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, bangsa maupun negara. “Untuk itu semua, ijinkan kami atas nama pemerintah menghaturkan rasa terimakasih dan rasa hormat yang setinggi-tingginya,” ujarnya.

Memperingati Hardiknas, tentu bukan hanya untuk mengenang perjuangan dan jasa besar Ki Hajar Dewantara sebagai Bapak Pendidikan Indonesia, namun memperingatinya juga merupakan momentum dan sekaligus refleksi dari berbagai upaya yang telah dan sedang kita lakukan dalam melaksanakan berbagai program untuk memajukan pendidikan, khususnya mutu pendidikan tinggi di Indonesia.

Hardiknas kali ini bertemakan, “Peningkatan Relevansi Pendidikan Tinggi untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi”.
Dimana tema ini dipilih untuk menekankan bahwa sekaranglah perguruan tinggi dalam melaksanakan Tri Dharma pendidikan tinggi agar lebih memperhatikan dampak dari aktivitasnya terhadap pengembangan ekonomi, terutama ekonomi di daerahnya. Dengan kata lain, perguruan tinggi lebih dapat memerankan dirinya sebagai Agent of economic development, di samping agent education dan agent of research and development,” terangnya.

Ditambahkannya, peningkatan relevansi pendidikan tinggi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dapat dilakukan melalui beberapa cara. Perguruan tinggi harus mampu menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri. Dimana selama ini perguruan tinggi telah lama mendapatkan kritikan dari dunia kerja dan industri, bahwa lulusan perguruan tinggi tidak memiliki keterampilan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan industri. Dimana dalam UU Nomor 12 tahun 2012, pendidikan tinggi telah diamanahkan 3 jenis pendidikan tinggi untuk dilaksanakan di Indonesia.

Kembali Kehalaman Sebelumnya.

Ikuti Kami disini

Statistik Pengunjung

Hari Ini : 81
Kemarin : 148
Bulan ini : 3494
Tahun ini : 11911
Total : 94714
Hits : 607
Online : 11911 User

Siakad


E-journal


Ristek Dikti


Media Pembelajaran