TANAM MAGROVE DI DESA SILO BARU, MAPALA IMAPEKA FP UNA TURUT MENJAGA DAN LESTARIKAN EKOSISTEM LAUT

KISARAN -Ikatan Mahasiswa Peduli Kelestarian Alam (IMAPEKA) Fakultas Pertanian Universitas Asahan (FP UNA) bersama masyarakat Desa Silo Baru Kecamatan Silau Laut melakukan penghijauan pada Sabtu (25/01/2020). Kegiatan itu berupa penanaman bibit Pohon Mangrove di kawasan pantai Silo Baru Kabupaten Asahan.

Kegiatan lestari lingkungan ini diikuti oleh seluruh anggota IMAPEKA dan masyarakat setempat. Ketua Umum IMAPEKA Donny Maulana mengatakan kegiatan tersebut merupakan program kerja dari IMAPEKA yang bertujuan menciptakan lingkungan pantai yang asri agar terjaganya ekosistem laut. Ia juga mengungkapkan, selain penanaman Pohon Mangrove, juga ada kegiatan pemantauan pertumbuhan tanaman secara berkala di lokasi penanaman.

Ini merupakan program kerja dari IMAPEKA, dan kegiatan ini akan kami lakukan terus menerus, kami juga akan melakukan pengecekan tiap bulannya dari apa yang kami tanam ini“, kata Donny.

Menanggapi penghijauan tersebut, Tokoh Masyarakat setempat mengapresiasi kegiatan yang digagas oleh Mapala IMAPEKA FP UNA ini. Tokoh Masyarakat Silo Baru yang akrab disapa Pak Udin ini juga berharap agar lebih banyak lagi pemuda yang peduli untuk melestarikan lingkungan. Khususnya kawasan pantai.

“Terima kasih saya ucapkan kepada adik-adik Mapala IMAPEKA UNA yang sudah mau melaksanakan kegiatan ini. Saya juga berharap kegiatan ini tidak sampai sini saja. Tapi bisa lebih banyak anak muda yang perhatian untuk menjaga lingkungan. Semoga apa yang kita lakukan hari ini bermanfaat di kemudian hari”, harap Pak Udin.

Terpisah, Dekan FP UNA Safruddin, SP, M.MA mengatakan bahwa hutan mangrove memiliki beberapa fungsi, antara lain mencegah intrusi air laut, mencegah erosi dan abrasi pantai.

Selain itu, hutan mangrove juga sebagai pencegah dan penyaring alami, sebagai tempat hidup dan sumber makanan bagi beberapa jenis satwa dan juga berperan dalam pembentukan pulau dan menstabilkan daerah pesisir.

Harapannya, dari kegiatan tanam mangrove tersebut dapat menjaga kelestarian lingkungan, ekosistem, abrasi dan menjadi tempat pariwisata alam.

“Kegiatan ini bagi mahasiswa merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Jadi kita sama-sama tahu bahwa karena akibat pengelolaan lingkungan yang buruk terhadap hutan magrove, ekosistem di pesisir pantai mengakibatkan terancam punah, sehingga akan mempercepat proses abrasi pantai. Di sini peranan mahasiswa untuk ikut terlibat menjaga lingkungan,” kata Safruddin. HUMAS UNA.