FKIP UNA DATANGKAN MOTIVATOR MILENIAL DALAM SEMINAR MOTIVASI KEPEMUDAAN

KISARAN- Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Asahan (UNA) mendatangkan Sherly Annavita Rahmi, milenial yang sempat viral karena penampilannya di acara Indonesia Lawyers Club (ILC) beberapa waktu lalu.

Sherly Annavita Rahmi didatangkan untuk mengisi seminar motivasi kepemudaan dengan tema “Pemuda Indonesia Sebagai Generasi Milenial dalam Membangun Peradaban dan Eksistensi Bangsa” yang digelar di Aula FKIP UNA, Minggu (26/1).

Turut hadir dalam acara tersebut, Rektor Universitas Asahan Prof. Dr. Ibnu Hajar, M.Si yang diwakili Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Ir. Ansoruddin Harahap, M.P, Wakil Dekan Bidang Administrasi dan Keuangan FKIP UNA Lis Supiatman, S.Pd, M.Hum dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Drs. Dailami, M.Pd.

Seminar ini dihadiri lebih dari 150 peserta kalangan mahasiwa. Mereka sangat antusias mengikuti kegiatan ini.

Ketua DPM FKIP UNA Wijaya Syahputra Panjaitan berharap kaum millenial dapat termotivasi untuk meraih prestasi dan meningkatkan daya kritis bagi mahasiswa.

Semoga dengan adanya seminar motivasi ini, millenial di Asahan bisa termotivasi untuk meraih prestasi dan mahasiswa bisa lebih berani menyampaikan pendapat dan kritik“, ungkapnya.

Motivasi menjadi kunci utama kalau ingin berhasil, apapun bentuk profesinya, motivasi merupakan kesatuan fungsi dari kemampuan dan kemauan.

“Ada istilah jika ada kemauan pasti ada jalan, jadi kemauan posisinya lebih tinggi dari pada kemampuan. Jika kemampuan ada tapi kemauan tidak ada itu tidak akan bisa, mudah-mudahan dalam seminar ini dapat meningkatkan kemauannya,” ujar Ir. Ansoruddin Harahap, M.P saat menyampaikan sambutannya sekaligus membuka acara seminar motivasi.

Pemuda yang mau sukses tentunya pemuda yang benar-benar bersungguh-sungguh dalam mencapai kesuksesan itu, motivasi tentunya harus tumbuh dari masing-masing diri kita.

“Jadi ikutilah seminar ini dengan baik dan gunakanlah kesempatan dengan sebaik-baiknya. Karena keberhasilan itu tidak pilih-pilih orang, keberhasilan itu hanya merekat kepada orang-orang yang memiliki tingkat motivasi yang tinggi, siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil, dan siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan sukses,” tutupnya.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Drs. Dailami, M.Pd mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia juga mengajak kepada generasi muda untuk tidak takut bermimpi. “Saya tentunya mengapresi kawan-kawan dari DPM FKIP UNA yang telah mengadakan seminar motivasi ini, tentunya dengan semangat yang ditularkan. Mudah-mudahan dengan adanya seminar ini generasi muda khususnya di FKIP UNA bisa memberikan aura yang positif. Terutama untuk diri sendiri dan kita harus bermimpi sebagai anak muda. Bahwa kita harus meraih apa yang kita cita citakan” ujar Dailami.

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan seminar motivasi Siti Khadijah menjelaskan, kegiatan itu bertujuan untuk mengajak anak muda berani menjadi pemimpin baru dan melakukan perubahan terhadap lingkungan di sekitarnya. “Seminar ini adalah upaya naik ke peringkat tiga yakni tingkat tertinggi gelombang anak muda. Yaitu menciptakan perubahan, memimpin peristiwa dan menciptakan sebuah pergerakan baru khususnya di Kabupaten Asahan. Semoga kelak anak-anak muda yang hadir di sini akan menjadi pemimpin pemimpin baru di Kabupaten Asahan” jelas Siti Khadijah.

Ia juga berharap, pemerintah memberikan dukungan terhadap generasi muda untuk mengembangkan kewirausahaan. “Alhamdulillah dapat dukungan dari pemerintah. Tetapi lebih kepada peluang. Semoga pemerintah bisa melihat bahwa anak anak muda disini ingin melakukan perubahan ke arah yang lebih baik dengan tulus,” tambahnya.

Sang motivator Sherly Annavita Rahmi membius ratusan peserta dengan dengan motivasi yang diberikannya berupa  materi-materi penting tentang kemandirian pemuda di Indonesia dan menekankan pentingnya kemandirian secara mental, wawasan dan keuangan untuk menjadi pemimpin kelas dunia.

Dalam kesempatan itu, Sherly Annavita mengajak mahasiswa FKIP UNA  sebagai generasi muda untuk terus semangat belajar sebagai bekal menjadi pemimpin di masa depan.

Perempuan asal Aceh ini menekankan agar generasi milenial menjadi yang terbaik di setiap bidang.

“Kalau hanya ada 1.000 pemuda yang menjadi bagian dari perubahan, maka jadilah 10 di antaranya. Kalau ada 1.000 alasan untuk menunda, maka buatlah 1001 alasan untuk memulainya hari ini,” ucap Sherly, disambut aplaus meriah.

Sang motivator membakar semangat mahasiswa untuk berani menyuarakan pendapat. Menurutnya, problematika di Indonesia sebenarnya terletak pada fondasinya.

Infrastrukturnya memang berkembang pesat. Namun, pemerintah perlu meningkatkan efektivitas dan produktivitas dalam sektor produksi.

Sherly menilai, Indonesia punya sumber daya manusia (SDM) yang memadai, namun tidak produktif. Dampaknya terlihat pada kegiatan ekspor yang sembarangan.

“Akhirnya negara lain yang mengolah, kita impor dengan selisih harga yang sangat jauh. Memang benar Indonesia maju sebab didorong oleh sifat konsumtif rakyatnya,” katanya.

Ia juga menambahkan, generasi milenial harus punya visi yang baik pribadi, menata masa depan.

Dengan demikian, kondisi bangsa ini akan berubah ke arah lebih baik.

“Kalau kita sama-sama bergerak, pasti akan bertemu lagi kelak. Tetapi kalau tidak bertemu lagi, pasti ada salah satu dari kita berhenti bergerak. Sedangkan, kita tidak tahu di masa mendatang, bisa jadi saya yang duduk di kursi dan mendengarkan teman-teman berdialog,” tandasnya.

Diakhir acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan pemberian cenderamata. (HUMAS UNA).