UNIVERSITAS ASAHAN MoU DENGAN LPJKP SUMATERA UTARA

KISARAN- Melalui Fakultas Teknik, Universitas Asahan (UNA) kembali melebarkan sayap di bidang konstruksi. Hal ini dibuktikan dengan persetujuan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Universitas Asahan (UNA) dengan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Sumatera Utara di Aula Kampus UNA, Sabtu (14/12).

MoU ini langsung membahas Rektor Universitas Asahan Prof. Dr. Ibnu Hajar, M.Si diwakili Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Tri Harsono, M.Si dan Ketua LPJK Sumut Ir. Tonggo Parulian Siahaan di hadapan Ketua Yayasan, Dekan, Wakil Dekan, Para Dosen, Ketua dan Seketaris Prodi serta mahasiswa.

Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan workshop bertema “Pengembangan Kompetensi Jasa Konstruksi untuk Mahasiswa” dengan narasumber Ir. Ir. Tonggo Parulian Siahaan, Ir. Abdul Kosim, MT, Ir. Tohar Saehartono, IP, MT, ACPE, Tagor Pasaribu, ST, dan M. Syahruddin, ST, MT.

Tujuan kegiatan ini untuk menyiapkan mahasiswa teknik, pada saat selesai kuliah nanti mahasiswa memiliki kemampuan untuk berdaya saing di dunia kerja karena telah memiliki kompetensi di bidang jasa konstruksi. Peserta yang hadir dalam kegiatan ini berpartisipasi 73 mahasiswa terdiri dari 2 prodi yaitu Teknik Sipil dan Teknik Mesin.

Wakil Rektor Bidang Akademik UNA Dr. Tri Harsono, M.Si mengatakan, pembangunan infrastruktur memegang peranan penting untuk membangun bangsa. Karena itu, mahasiswa harus mengambil kesempatan tersebut dengan menjadi bagian di dalamnya.

“Saya harap mahasiswa semua yang hadir di sini untuk serius mengikuti acara ini dan semoga mendapat pengetahuan yang lebih terutama di sektor konstruksi”, tutur Tri Harsono.

Ia juga berharap mahasiswa betul-betul mendengarkan materi yang disampaikan narasumber. Sebab aplikasinya tidak lagi teori, melainkan pengalaman-pengalaman yang dipe­ro­­leh dilapangan. “Saya berharap ini terus berlanjut, karena kegiatan ini penting sekali buat kita untuk mem­perbaiki kurikulum,” terangnya.

Ketua Yayasan UNA Drs. Mapilindo, M.Pd Deskripsi, program ini membahas tentang pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia. “Persoalan yang kita hadapi saat ini susah mencari kerja, dan sebaliknya susah mencari tenaga kerja. Terkait dengan dunia kerja belum tinggi, namun sekarang mulai direalisasikan seperti dalam bentuk lokakarya dan magang, ”tandasnya.

“Perguruan Tinggi sebagai  Pusat  para ahli bidang konstruksi yang sangat baik harus memberikan tanggapan terhadap isu-isu strategis bidang konstruksi, seperti  konstruksi berkelanjutan, rekayasa nilai, Pemodelan Informasi Bangunan,  serta penggunaan teknologi informasi pada era industri 4.0,” katanya.

Berdasarkan hal itu, di UNA yang akan kita dapat pengetahuan dan keterampilan, membuat yang cerdas, terampil, serta membangun sumber daya manusia yang berpendidikan tinggi. “Mungkin kegiatan ini yang diperoleh lebih banyak keterampilan dan sikap-nya, sehingga menciptakan siswa yang berkompeten, inovatif, berkepribadian, dan mampu dikembangkan secara profesional, serta mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan global maupun global. Mudah-membicarakan kegiatan ini bermanfaat bagi kita semua dari pihak LPJK dan UNA ”, tegasnya.

Ir. Ir. Tonggo Parulian Siahaan menerangkan, LPJK dibentuk undang-undang. Lembaga LPJK ini dibentuk di seluruh provinsi. “Makanya LPJK sekarang ada di Sumut,” katanya.

Dia menyampaikan tugas dan fungsi LPJK adalah mengadakan pene­litian pengembangan jasa kons­truksi, tentang pendidikan dan pelati­han, mengadakan sertifikasi dan regis­trasi keterampilan, lalu sertifikasi dan registrasi badan usaha, serta pengem­bangan perundang-undangan LPJK.

“Pada pertemuan kita ini, berda­sarkan salah satu tugas dan fungsi LPJK mengadakan program pendidi­kan dan pelatihan. Kita melaksanakan workshop. Dalam workshop itu yang kita berikan bukan knowledge (penge­tahuan) akademis, tetapi pengetahuan yang kita peroleh di lapangan, lalu kita sampaikan ke mahasiswa,” tuturnya sembari menga­ta­kan pada workshop ini akan dibe­rikan sertifikat kepada mahasiswa.

Selain kegiatan kerja sama juga ada kegiatan meningkatkan soft skill. “Jadi mungkin di tempat kerja kita tidak pengetahuan saja, tapi soft skill sangat diperlukan, karena umumnya ka­rier mahasiswa dan tenaga kerja punya soft skill yang tinggi,” ujarnya.

Workshop ditutup dengan sesi foto bersama dengan para peserta, Ketua Yayasan UNA, Wakil Rektor, Para Struktural Teknik dan Narasumber LPJK Sumatera Utara bersamaan dan memberikan bantuan cenderamata. (HUMAS UNA).