DOSEN UNA MENJADI NARASUMBER PADA KONFERENSI ICVAES 2019

Penambahan jumlah jurnal scopus yang dihasilkan oleh setiap dosen berdampak pada penilain Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi (IAPT). Pihak rektorat dan Yasayasan Universitas Asahan berkomitmen untuk mendorong dosen untuk menghasilkan jurnal scopus. Hal tersebut diwujudkan dengan adanya perwakilan dosen kegiatan seminar internasional. Penambahan tersebut dengan mencantumkan 4 dosen universitas asahan dalam jurnalnya.

Salah satunya Dosen Fakultas Pertanian Universitas Asahan (Faperta UNA) Prodi Budidaya Perairan Dr. Dafit Ariyanto, S.Kel, M.Si menjadi Narasumber Internasional Conference on Veterinary, Animal, and Enviromental Sciences (ICVAES) 2019 di Aula di Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Syahkuala, Banda Aceh, 15-17 Oktober 2019. Konferensi tersebut mengangkat tema tentang Penguatan Keamanan Pangan dan Lingkungan Melalui Pengembangan Riset dan Teknologi dalam Ilmu Kedokteran Hewan, Hewan, dan Lingkungan.

Rektor Universitas Asahan Prof. Dr. Ibnu hajar, M.Si mengapresiasi atas dedikasi kerja keras dosen faperta Dr. Dafit Ariyanto, S.Kel, M.Si, yang mana telah mengharumkan UNA pada Konferensi ICVAES 2019 di Universitas Syahkuala, Banda Aceh.

“ICVAES 2019 menjadi forum efektif bagi akademisi, peneliti, dan praktisi untuk memajukan pengetahuan, penelitian, dan teknologi di bidang kehewanan,” harap ibnu hajar.

Jurnal tersebut merupakan hasil penelitian kerjasama antar perguruan tinggi antara UNA dan IPB University dengan output berupa jurnal scopus. Lebih lanjut, Dafit Ariyanto sebagai salah satu Tim peneliti UNA mengatakan bahwa penelitian tersebut merupakan Pembiayan dari Hibah “PENELITIAN KOMPETITIF NASIONAL” dan memiliki durasi multitahun selama 2 tahun.

Jurnal yang lolos seleksi dipublis di E3S Web of Conferences yang terindex oleh Scopus, Thompon Reuters, Proquest, EBSCO, CAS, dan DOAJ.

Konferensi ICVAES 2019 dihadiri enam pembicara utama, yaitu Prof. Dr. Drh. Bambang Purwantara, M.Sc. (Institut Pertanian Bogor), Prof. Dr. Faridah Hj. Hassan (Universiti Teknologi MARA), Dr. Joe Figel (Highline College Department of Biology Des Moines, USA), Dr. Nadine Ruppert (School of Biological Sciences, Universiti Sains Malaysia), Dr. Julie Duboscq (The French National Centre ofScintific Research (CNRS, Prancis), dan Dr. Noor Khalidah Abdul Hamid (Pusat Pengajian Sains Kajihayat, Universiti Sains Malaysia). (HUMAS UNA).