UNIVERSITAS ASAHAN MENDUKUNG GENERASI QUR’ANI YANG MELEK ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI

Dunia semakin berkembang, kemajuan pesat ilmu pengetahuan dan teknologi serta arus globalisasi tidak bisa dielakan lagi oleh manusia di muka bumi ini. Hal tersebut menjadi kekhawatiran seorang tokoh masyarakat sekaligus praktisi pendidikan di Kabupaten Labuhan Batu, beliau adalah Bapak Ahmad Mulkan A B, S.Pd.I. Pria yang juga berprofesi sebagai pendakwah aktif dalam menjalankan pendidikan modern dengan nuansa islami, beliau dengan para rekan sejawatnya menjalankan sekolah islam bernama SMP IT Robbani  yang menalankan sistem full days, sekolah tersebut berlokasi di kota Rantau Prapat dan beliau diamanahi sebagai Kepala Sekolah di SMP tersebut.

“Anak-anak kita akan menghadapi Revolusi Industri 4.0, sebagai pendidik saya ingin sekali membekali mereka dengan aqidah yang kuat  akhlak yang shaleh/shaleha serta kemampuan dalam menguasai Ilmu pengetahuan dan teknologi, namun kami memiliki keterbatasan terhadap penguasaan IPTEK” tandas Pak Mulkan.

Sang Kepala Sekolah tidak berdiam diri, beliau mencari informasi dan berusaha mendapatkan akses untuk bisa berkolaborasi dengan para ilmuwan dan teknokrat. Beliau selalu mengikuti perkembangan Universitas Asahan (UNA), sebagai orang SUMUT asli beliau sangat kagum dengan capaian-capaian UNA yang berusaha mengejar ketertinggalan ditengah fasilitas yang serba terbatas. Singkat kata beliau mengontak kepala UPT Pusat Inovasi dan Riset Terapan UNA, Asep Rodiansah, S. P., M. Si. Begitu sang kepala UPT silaturahim kepada saudaranya di Rantau Prapat langsung diminta untuk berbagi IPTEK dengan para siswa dan siswi SMPIT Robbani.

“Pertama rada kaget di minta sharing dengan para siswa/siswi di SMP IT Robbani, apalagi kan banyak dari mereka yang tahu dan hafal  Al Qur’an dan hadist, ya saya sharing tentang keilmuan saja, bagaimana kaitanya dengan Al Qur’an dan hadist yang ternyata relevan dan tidak bertentangan antara  Modern Science dan Agama, lagipun kalau salah dalam penyampaian Al Qur’an dan Hadist, kan bisa dikoreksi sama para ahli di sekolah tersebut.” Ujar Asep.

Asep membahas tentang produk rekayasa genetika, kemudian aplikasi bioteknologi yang lain yang bermanfaat bagi kemaslahatan umat, mulai dari pertanian, makanan, medis, molekuler forensik sampai vaksin, para siswa/i sangat antusias bertanya dan meminta pendapat bagaimana merubah Science club di sekolah itu menjadi lebih aktif dan produktif, selain itu asep menampilkan inovasi-inovasi yang telah dicapai oleh UPT yang dia pimpin. Pada kesempatan itu Asep juga memberikan motivasi dan sharing bagaimana berinovasi dengan peralatan yang seadanya juga bahan kimia yang terbatas, yang intinya canggih ga usah mahal yang penting kreatif, mulai dari pemanfaatan bahan yang melimpah di alam sampai dengan percobaan sederhana namun efektif dan efisien sehingga menghasilkan suatu produk yang inovatif.

“Kegiatan ini sangat berguna untuk membuka wawasan para Siswa dan kami termotivasi untuk belajar IPTEK lebih dalam” ujar salah satu siswa. Melihat antusias para siswa, pihak kepala sekolah meminta pendampingan kepada Pihak Universitas untuk mewujudkan program mencetak siswa dan siswi yang melek IPTEK terapan. Hal itu disambut baik oleh Rektor Universitas Asahan Prof. Dr. Ibnu Hajar, M.Si, “UNA akan selalu mendukung dan memfasilitasi  pendampingan masyarakat, tidak memandang umur, maupun latar belakang sosial, pada level pendidikan apapun kami siap bekerjasama. kegiatan seperti ini semakin mengukuhkan UNA sebagai Pusat kajian dan pembelajaran IPTEK, apalagi sekarang kami bisa menjangkau Kabupaten lain di Sumatera Utara” tandas sang rektor dengan penuh semangat. (HUMAS UNA).