UNIVERSITAS ASAHAN DI GANDENG BALITSEREAL UNTUK BERPERAN DALAM MEMAJUKAN SEREALIA NASIONAL

            Universitas Asahan terus melebarkan sayapnya dan menunjukan eksistensinya di kancah nasional dan internasional. Kegiatan praktikum dan penelitian Dosen dan mahasiwa terus di-up grade dan di-up date, hal ini membuahkan hasil berupa produk inovasi dan jasa yang menjadi buah bibir masyarakat Sumatera Utara, hingga publikasi yang bertaraf internasional.

                   Berawal dari praktikum yang teratur, Universitas Asahan mencoba penelitian skala kecil untuk komoditas jagung, sorghum dan gandum. Kegiatan itu menarik perhatian salah satu Peneliti Pemuliaan Tanaman di Balai Penelitian Tanaman Serealia, Dr. Amin Nur, beliau menawarkan kepada Asep Rodiansah, S.P, M.Si Dosen Fakultas Pertanian Universitas Asahan, untuk menguji beberapa genotype tanaman serealia di Kabupaten Asahan. Kegiatan tersebut menghasilkan efek yang positif bagi Univesitas Asahan, praktikum lebih sesuai dengan kaidah ilmu pengetahuan dan memberi warna baru pada penelitian di UNA, lebih beragam dan lebih saintifik karena terjadi transfer ilmu pengetahuan dan teknologi dari Balitsereal.

                 Setelah sukses dengan perbaikan praktikum dan penelitian, salah satu makalah dari dosen UNA berhasil lolos seleksi untuk ditampilkan dalam Kegiatan International Conference on Sustainable Cereals and Crop Production Systems in the Tropics (ICFST) 2019 merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Balitsereal Kementerian Pertanian Pada 23-25 September 2019 di Hotel The Rinra Makassar. Acara tersebut di dukung penuh oleh badan penelitian jagung dan gandum internasional (International Maize and Wheat Improvement Center) atau CIMMYT yang bermakas di Mexico.

                    ICFST 2019 membicarakan beberapa isu dan teknologi maju dibidang pertanian dengan menghadirkan  5 Keynote Speakers dari luar negeri yaitu Dr. Prasanna M. Boddupall (Director of CIMMYT’s Global Maize Program and the CGIAR Research Program), Prof. Dr. Machito Mihara (Tokyo University of Agriculture,  Japan), Prof.  Dr.  Roger G Shivas (University of Southern Queensland,  Australia), Prof.  Dr.  Bunyamin Tar’an (University of Sasketchewan, Canada), Thomas E.  Anderson,  Ph.D (Departement of Agriculture, USA). Dan terdapat 3 orang invited speaker dari dalam negeri (Kementerian Pertanian).

                Lebih dari 25 Universitas yang turut andil dalam kegiatan ini, diantaranya IPB, UGM, UNDIP, UNHAS, UMI dan perguruan tinggi lainnya. Dan juga lembaga dari LIPI, BATAN, BPPT dan penelitian lainnya. Selain itu kegiatan ini diikuti oleh 500 orang pakar dari berbagai bidang ilmu dan para pengambil kebijakan dari 17 negara, yaitu : India, USA, Canada, Australia, Malaysia, Ethiopia, Ghana, Zimbabwe, Tanzania, Madagaskar, Cameroon, Malawi, Rwanda, Indonesia, China, Thailand, Jepang dll.

               Konferensi Internasional tentang Sistem Produksi Sereal dan Tanaman Pangan Berkelanjutan di Tropis bertujuan untuk bertukar informasi penelitian tentang jagung / jagung dan tanaman pangan utama (beras, shorgum, gandum, kedelai) bersama dengan hambatan dan tantangan yang dihadapi dalam pengembangannya di masyarakat. Seminar internasional ini juga merupakan ajang untuk menjalin kerjasama dalam pengembangan komoditas biji-bijian di masa depan. konferensi ini juga membuka wawasan penelitian dan pengembangan tanaman pangan di dunia serta membuka peluang bagi para peneliti untuk meningkatkan jejaring penelitian baik dalam maupun luar negeri.

             Selanjutnya menindak lanjuti keberhasilan kerjasama tersebut, maka ditandatangani MoU antara Universitas Asahan dan Balitsereal untuk mengembangkan tanaman serealia sekaligus mendiseminasikan hasil riset, dan juga diberikan pelatihan Molecullar Breeding serta teknik budidaya yang terkini dari Balitsereal kepada Universitas Asahan.  “hal ini sangat menggembirakan yang mana dalam satu kegiatan kita mendapat banyak input, pertama praktikum lebih berkualitas dan murah, penelitian mahasiswa juga lebih ilmiah dan juga biayanya bias ditekan, terus kita dapat mempublikasikan penelitian kita ditingkat Internasional dan terakhir kita bias melakukan penandatanganan MoU, impactnya sangat besar untuk UNA” ujar Rektor Prof Dr. Ibnu Hajar M.Si. (HUMAS UNA)