Universitas Asahan Mengabdi Ke Masyarakat

MANAJEMEN KUALITAS AIR TINGKATKAN PRODUKSI PANEN IKAN KERAPU

 

Menurunnya kualitas air di Tambak ikan kerapu di Desa Mesjid Lama Kabupaten Batu Bara menjadi salah satu masalah besar bagi para petambak kerapu khususnya pembudidaya kerapu “Kompak Bersama” yang diketuai oleh Bapak Ruslan. Kualitas Air sangat berpengaruh kepada produksi panen ikan kerapu. Selama ini pembudidaya ikan kerapu kesulitan dalam memantau kualitas air tambak karena kurangnya pemahaman pengelolaan kualitas air. Universitas Asahan mencoba mengaplikasikan Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) tahun 2019 dengan judul” Peningkatan Produksi Panen Ikan Kerapu Melalui Perbaikan Manajemen Kualitas Air Di Kelompok Pembudidaya Ikan Kompak Bersama Kabupaten Batubara”

Program PPM yang diketuai oleh Rumondang S.Pi.,M.Si dan anggota Dafit Aryanto S.Kel.,M.Si serta Hery Prasuhanda Manurung.,S.Ab.,M.Si, kemudian kegiatan ini, juga melibatkan Mahasiswa Budidaya Perairan Universitas Asahan Semester Enam (VI) diantaranya Dimas, Hakim, Hasan, Muslim, Melati, Nesi, Nurhadijah, Fadila dan Emi. PPM dilaksanakan mulai bulan Februari berakhir hingga Agustus 2019.  Bapak kepala desa kampung masjid lama sangat berterimakasih kepada Tim PPM karena telah memperhatikan pembudidaya Tambak di Kabupaten Batubara.

Kegiatan PPM merupakan bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat yang didanai oleh Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Ristekdikti RI).  Rumondang menyatakan bahwa bentuk kegiatan yang dilaksanakan menggunakan metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah memberikan pendidikan, pelatihan, dan pendampingan manajemen kualitas air bagi pembesaran kerapu. Kegiatan difokuskan pada upaya perbaikan mutu kualitas air dengan menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan, dan upaya pencegahan penyakit ikan.

Yang melatarbelakangi kegiatan ini yakni “adanya masalah penurunan produktivitas panen ikan kerapu yang salah satunya disebabkan oleh kualitas air tambak sehingga dengan adanya PPM dapat memberikan pelatihan kepada masyarakat, agar dapat mengontrol kualitas air tambak” ungkap Rumondang SPi.,M.Si.

Adapun kegiatan dimulai dengan melakukan observasi kelapangan, surat-menyurat, Pemberian alat untuk bantuan Sirkulasi Air seperti Satu set kincir air, pompa air, Zeolit, Karbon aktif, Pembuatan Pakan Mandiri, Probiotik, Praktek Aplikasi Penangan Penyakit Ikan, Serta pengontrolan kualitas Air. Manajemen atau pengelolaan kualitas air dan kesehatan ikan terutama dalam upaya pencegahan penyakit pada pemeliharaan ikan kerapu. Kualitas air memegang peranan penting dalam kegiatan budidaya ikan, pengaruh dari pengelolaan kualitas air yang kurang tepat dapat mengakibatkan timbulnya permasalahan penyakit seperti infeksi bakteri dan jamur bahkan dalam kondisi tertentu dapat memicu serangan virus bagi ikan sehingga terjadi kematian massal dan mengakibatkan kegagalan panen. “Harapan dari kegiatan pengabdian ini agar petambak kerapu kedepannya bisa menjadi mandiri dalam hal pengelolaan kualitas air tambak, sehingga dapat meningkatkan produktivitas panen ikan kerapu”ungkap rumondang